Sosialisasi dan Praktik Stek Melati: Wujud Kolaborasi Mahasiswa KKN Tematik IPB dengan Pemuda Pedukuhan Banjarmelati, Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes

Pada tanggal 7 Juli 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IPB melaksanakan salah satu program kerja berupa sosialisasi dan demonstrasi teknik stek melati di rumah Bapak Asep mantan ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebagai salah satu tokoh masyarakat Pedukuhan Banjarmelati, Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba. Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Generasi Muda Desa Bangsri Lewat Keterampilan Stek Melati” dan dihadiri oleh sepuluh orang pemuda desa yang menjadi sasaran utama program.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para pemuda mengenai teknik perbanyakan tanaman, khususnya tanaman hias melati yang memiliki nilai estetika dan ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membekali pemuda dengan keterampilan praktis agar mampu melakukan stek secara mandiri, menumbuhkan minat serta kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus mendukung program desa berkelanjutan yang berbasis pada potensi lokal.

Materi penyuluhan disampaikan langsung oleh salah satu mahasiswa KKN IPB dari Fakultas Pertanian. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai hal terkait stek melati, mulai dari definisi stek, alat dan bahan yang diperlukan, hingga prosedur langkah demi langkah dalam melakukan penyetekan. Selain itu, pemuda juga diberikan pemahaman mengenai keunggulan dan kelemahan teknik stek, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan maupun kegagalannya. Dengan demikian, pemuda tidak hanya mendapatkan teori dasar, tetapi juga bekal pengetahuan praktis yang dapat diterapkan di lapangan.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik lapangan. Terdapat 10 pemuda yang mengikuti kegiatan stek melati. Para pemuda dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengumpulkan tanaman melati yang nantinya digunakan sebagai bahan penyetekan. Dalam proses demonstrasi, mahasiswa KKN memberikan contoh secara langsung, mulai dari pemilihan batang yang tepat, pemotongan, hingga penanaman stek di media tanam yang sesuai. Suasana terlihat sangat antusias, sebab seluruh pemuda Desa turut serta aktif dalam setiap tahap kegiatannya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pemuda desa dapat menguasai teknik stek melati dan mampu mempraktekkannya secara berkelanjutan. Lebih jauh lagi, keterampilan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru berbasis tanaman hias yang mampu meningkatkan ekonomi desa serta membantu menjalankan program satu rumah satu pohon melati. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya memanfaatkan potensi pertanian dan lingkungan sebagai modal untuk membangun masa depan desa yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Post Terkait