Mahasiswa KKN-T IPB Gelar Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan di Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes

Dalam rangka mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Desa Luwungragi mengadakan program penyuluhan pertanian bertema “Menuju Pertanian Berkelanjutan: Bijak Gunakan Bahan Kimia, Maksimalkan Potensi Organik” pada Kamis, 24 Juli 2025, di Balai Desa Luwungragi. Kegiatan ini bekerja sama dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari BPP Bulakamba dan diikuti oleh para petani dari tiga kelompok tani di desa tersebut.

Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan kesadaran petani terhadap dampak penggunaan bahan kimia berlebihan serta mendorong pemanfaatan pupuk dan pestisida organik dari bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Materi disampaikan langsung oleh PPL BPP Bulakamba, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan tanah dan ekosistem pertanian demi keberlanjutan jangka panjang.

Kegiatan yang diikuti petani dari Kelompok Tani Subur 1, 2, dan 3 ini berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat saat sesi demonstrasi yang membandingkan tingkat kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia dan organik. Seorang petani bahkan secara sukarela turut membantu dalam praktik tersebut. Demonstrasi ini tidak hanya membuat suasana lebih hidup, tetapi juga membantu peserta memahami secara konkret dampak negatif penggunaan pupuk kimia berlebihan terhadap kesuburan tanah.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi mengenai kebijakan penebusan pupuk subsidi. Dalam sesi ini, narasumber menyampaikan pentingnya pemahaman petani terhadap prosedur dan regulasi yang berlaku, termasuk mekanisme administrasi dan dokumen yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan akses pupuk bersubsidi secara resmi.

Dengan adanya program penyuluhan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para petani di Desa Luwungragi akan dampak penggunaan pupuk kimia secara berlebihan terhadap kesuburan tanah dan keberlanjutan lingkungan, serta mulai mempertimbangkan pemanfaatan bahan organik dalam praktik pertanian. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membantu petani memahami prosedur penebusan pupuk subsidi, sehingga proses distribusi dapat berlangsung lebih lancar dan tepat sasaran.

Tinggalkan Komentar

Post Terkait